Pengelolaan Hutan APRIL Paper Menyerap Banyak Tenaga Kerja

Cawarbonds – Jumlah pengangguran di Indonesia adalah menjadi momok menakutkan bagi Indonesia itu sendiri. Pengangguran sendiri adalah orang yang tidak bekerja sama sekali atau sedang dalam pencarian kerja. Tingkat pengangguran adalah perbandingan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Akan tetapi hal tersebut tidak perlu diambil pusing lagi karena APRIL Grup menyediakan lapangan kerja yang banyak.

APRIL Grup adalah anak perusahaan naungan Royal Golden Eagle milik Sukanto Tanoto. Mereka sendiri memiliki anak perusahaan yang terkenal di Indonesia bahkan di luar negeri berkat produknya, perusahaan ini bernama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Setiap tahunnya APRIL Grup mampu menghasilkan pulp hingga 2,8 juta ton dan kertas sebesar 850 ribu ton. Karena asal bahan baku berupa kayu, APRIL Grup mendapatkan apresiasi. Dengan tekun, mereka mengelola perkebunannya sendiri untuk kebutuhan fibernya. Perusahaannya sendiri berlokasi di Pangkalan Kerinci, Riau. Hingga saat ini, APRIL Grup tercatat memiliki perkebunan seluas 476 ribu hektar yang di dalamnya ditanami pohon akasia yang menjadi bahan baku pulp dan kertas.

Dari semuanya, hanya 480 ribu yang digunakan untuk produksi dan sisa lahannya dipergunakan untuk perlindungan, dimanfaatkan oleh masyarakat, infrastruktur, dan area yang secara sukarela disisihkan untuk dukungan program konservasi dan restorasi ekosistem di Riau. Kebijakan ini dijalankan oleh mereka lebih tinggi dari aturan. Pemerintah hanya mengharuskan 30 persen dari lahan konsesi diperuntukkan untuk konservasi dan keperluan public dan menyiapkan 50 persen lahannya untuk hal tersebut.

Oleh karena itu, para pemasok wajib menjalani audit keberlanjutan dan harus mendapatkan sertifikasi yang memperlibatkan perkebunan ramah lingkungan dan masih ditambah dengan jaminan tidak ada kayu yang diperoleh dari penebangan liar di hutan atau berasal dari kawasan perkebunan yang dibuka dengan pembakaran. Sedangkan pada sistem penjaga suplai bahan baku, mereka tetap konsisten dan perkebunan harus dimaksimalkan. Dalam hal ini, mereka memanfaatkan keberadaan tim Research & Development (R&D) miliknya dan mereka juga terus melakukan sejumlah penelitian untuk memaksimalkan hasil panen agar lebih baik.

Pencapaian keberhasilan yang mereka raih perlu diapresiasi. Contoh pada tahun 1996, setiap hektare area yang ditanami akasia hanya menghasilkan kayu sebanyak 22 meter kubik. Namun, per 2010, jumlahnya telah meningkat pesat menjadi 32 meter kubik dalam luas lahan yang sama. Akan tetapi, APRIL Grup masih menilai tetap ada peluang untuk meningkatkan hasil panen. Selain itu, tim R&D menargetkan ada peningkatan panenan hingga 35m3 per hektare pada tahun 2020. Langkah yang dijalankan oleh APRIL Grup ini mampu membuat operasional produksinya ramah terhadap lingkungan. Selain itu, dalam hal ini mereka mampu memberi manfaat kepada khalayak dengan membuka lapangan kerja sebanyak mungkin. Dan itulah bukti pengelolaan hutan APRIL Paper menyerap banyak tenaga kerja.

Related Posts